Book 6 PART. 10

766 Kata

Rara tiba di rumah, Asifa yang membukakan pintu. "Sudah lamarannya, Amma." "Sudah." "Jadi, kapan menikahnya?" "Tiga bulan lagi." "Oh ... Rara ke kamar dulu ya, Amma." "Iya, Sayang. Jangan lupa cuci kaki, cuci tangan, bersihkan wajahmu, gosok gigimu, dan ganti pakaianmu." "Amma, Rara sudah besar, masa begitu saja harus diingatkan." "Takutnya kamu lupa." "Umm, Tuan kita mana Nyonya?" "Di kamar mandi." "Oh, titip kecupan buat Tuan kita, ya Amma Nyonya." Rara mengecup kedua pipi Asifa, sebelum ia menaiki anak tangga, menuju kamarnya. 'Tiga bulan lagi, dan aku harus bertahan sekian bulan, melihat mereka menjadi sepasang suami istri, sampai tiba waktu aku bisa pergi dari sini untuk kuliah di Jakarta, menyusul Abang Revan, dan Acil Sila. Semangat, Ra. Kamu pasti bisa segera memulihkan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN